Kamis, 06 Desember 2012

Hukum Newton

Hukum I Newton

Pada bahasan kali ini kita akan mulai mempelajari gerak benda dengan memperhatikan penyebabanya. Ilmu gerak yang membahas hubungan antara  gerak  dengan gaya   sebagai penyebabnya disebut DINAMIKA GERAK.
Secara umum Gaya (F “Force”) adalah dorongan atau tarikan yang bekerja pada benda. Pengalaman mengamati gerak dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan intuisi kita tentang gerak suatu benda. Jika tidak ada gaya luar apakah benda dapat bergerak / berhenti dengan sendirinya ataukah tidak akan bergerak sama sekali? serta apakah gaya diperlukan terus menerus agar benda dapat bergerak? Mungkin itulah apa yang ada di dalam benak kita tentang gerak benda.
HUKUM NEWTON I
Phenomena Gerak Benda: Untuk mengamati gerak suatu benda jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:
  1. Apa yang terjadi  jika gelas tidak ada yang menarik atau mendorong?
  2. Bagaimana gerakan gelas jika kertas ditarik perlahan-lahan?
  3. Bagaimana gerakan gelas ketika ditarik dengan cepat ?
  4. Apa yang dapat anda simpulkan tentang gerakan benda di atas?
Pengamatan tentang gerak telah dipikirkan oleh Galileo Galilei (1564 -1642) ilmuwan dari Itali. Dari hasil eksperimennya ia menekmukan bahwa gerak lurus dengan kelajuan tetap tidak memerlukan gaya. Hasil pemikiran ini dikaji ulang oleh Sir Isaac Newton (1642 – 1727) seorang ilmuwan dari Inggris. Menurut Newton jika suatu benda awalnya diam  maka benda akan selamanya akan diam / cenderung mempertahankan keadaannya/malas untuk bergerak ( sifat benda ini menurut fisika disebut Sifat Kelembaman/Inersia benda). Benda hanya akan bergerak jika benda itu diberi gaya dari luar, dan akan terus bergerak kecuali ada yang gaya luar yang menghentikannya ( kaya Robot ya! ) oh ya.. jika anda memiliki sifat seperti ini, so… jadi manusia robot tuh! Tidak ada gaya/ dorongan dari dalam diri, dan bergerak jika ada yang mendorongnya.
Selanjutnya hasil pengamatan ini dikenal dengan  HUKUM NEWTON I yang berbunyi “ Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika resultan / penjumlahan gaya ( ΣF) yang bekerja pada benda itu sama dengan nol. Secara matematis Hukum Newton I ditulis:
ΣF = 0 Σ “sigma” = penjumlahan
a = 0 karena v = 0 (diam), atau v= konstan (GLB)



Hukum II Newton

Bayangkan jika suatu lemari didorong oleh kamu dibandingkan dengan didorong dibantu oleh temanmu, maka lemari akan lebih sulit digeser. Dengan demikian, semakin besar gaya yang bekerja pada benda, benda akan bergerak semakin cepat. Sekarang bayangkan pula, jika kamu mendorong sebuah meja dengan gaya yang besarnya sama dengan besar gaya yang digunakan untuk menggeser lemari maka meja tersebut akan bergeser lebih cepat. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa semakin kecil massa suatu benda, benda akan lebih cepat bergerak. Peristiwa-peristiwa di atas sesuai dengan hukum II Newton yang berbunyi: Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan massa benda.

Secara matematis, hukum II Newton dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
a : percepatan benda (m/s^2)
m : massa benda (kg)



Contoh penerapan hukum II Newton adalah pada gerakan di dalam lift. Ketika kita berada di dalam lift yang sedang bergerak, gaya berat kita akan berubah sesuai pergerakan lift. Saat lift bergerak ke atas, kita akan merasakan gaya berat yang lebih besar dibandingkan saat lift dalam keadaan diam. Hal yang sebaliknya terjadi ketika lift yang kita tumpangi bergerak ke bawah. Saat lift bergerak ke bawah, kita akan merasakan gaya berat yang lebih kecil daripada saat lift dalam keadaan diam.
 
 
 
 

Hukum III Newton

Mengapa ketika jari tangan kita menekan meja semakin kuat akan terasa sakit? Sebenarnya ketika kita menekan meja berarti kita memberikan gaya pada meja. Tangan kita akan merasa sakit sebab meja akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya tekan tangan kita, tetapi arahnya berlawanan. Jadi, jika kita perhatikan, gaya bukanlah sesuatu dalam benda tersebut tetapi merupakan interaksi antara dua benda. Peristiwa di atas merupakan contoh dari hukum III Newton, yang dikenal sebagai hukum aksi-reaksi, yang bunyinya: Jika benda pertama memberikan gaya pada benda kedua maka benda kedua akan memberikan gaya yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.

Secara matematis, hukum III Newton dapat dinyatakan dengan rumus berikut.
Hukum III Newton berlaku pada dua gaya yang merupakan pasangan aksi-reaksi. Dua gaya dikatakan pasangan aksi-reaksi jika:
  • bekerja pada dua benda yang berbeda,
  • saling berinteraksi,
  • besarnya sama dan berlawanan arah.
Contoh penerapan hukum III Newton dapat kita jumpai pada peristiwa merapatnya perahu ke dermaga. Ketika tali perahu telah terikat ke dermaga namun perahu belum merapat ke dermaga maka nelayan akan menarik tali perahu. Nelayan tersebut memberikan gaya tarik yang arahnya menjauhi dermaga, hal ini menyebabkan perahu mendekat ke dermaga. Perahu dapat mendekat ke dermaga karena adanya gaya reaksi yang arahnya berlawanan dengan gaya tarik yang diberikan oleh nelayan.

1 komentar:

  1. www.DewaJudiQQ.com agen poker dan domino terbesar dan terpercaya di Indonesia.
    Minimal Deposit Rp. 15.000
    7 Game 1 Website : Poker, Domino99, AduQ, BandarQ, Bandar Poker, Capsa Susun, Bandar Sakong
    Bonus Turnover 0.5% & Bonus Referral 20%
    Pin BBM : 2AF2314F
    WeChat : dewajudiqq
    WhatsApp : +85593827763

    BalasHapus